Bupati Natuna Mengesahkan Komitmen Bersama Pendampingan Tiga Bulan Pra Nikah

Bupati Natuna, Wan Siswandi memberikan arahan tentang percepatan penurunan stunting / Foto Dwi

Natuna. BKKBN Kepri. Bertempat di Ruang Rapat Utama lantai 2 Kantor Bupati Natuna Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Natuna melaksanakan dua agenda penting bersama Bupati Natuna dalam percepatan penurunan stunting, pada Selasa (6/9/2022).

Penandatanganan komitmen bersama antara Kantor Kementerian Agama, Kadiskes, serta Kadis P3AP2KB Kabupaten Natuna, disertai Komitmen oleh para Camat, Kepala KUA serta Kepala Puskesmas se-Kabupaten/Natuna menjadi agenda utama dalam pertemuan yang berlansung selama tiga jam lebih.

Bupati Natuna, Wan Siswandi, S.sos, M.Si, mengawali penandatangan sebagai pengesahan komitmen
upaya pedampingan 3 bulan pra nikah bagi calon pengantin, diikuti oleh Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Provinsi Kepri, Rohina, M.Si, Kepala Kantor Kementerian Agama, Budi Dermawan, Kepala Dinas Kesehatan, Hikmah Aliansyah, dan Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Natuna, Sri Riawati, serta Camat, Kepala Upt Puskesmas dan Kepala kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Natuna.

Bupati Natuna, mengaharapkan penandatanganan komitmen ini tidak hanya sebatas diatas kertas, laksanakan peran dan fungsi dari masing-masing sesuai dengan jabatan dan kemampuan, kesanggupan dari seluruh mitra dalam upaya percepatan penurunan stunting.

“Pak Camat saya inginkan dan pertegas untuk mengetahui keadaan wargannya, bekerja dengan para lurah. Lakukan upaya semampu dan kesanggupannya jangan ada lagi anak-anak di Natuna yang mengalami ke kurangan gizi akibat luputnya perhatian kita. Itu tanggung jawab kita,” papar Bupati dengan tegas di hadapan seluruh Kepala KUA, Puskesmas dan Camat yang hadir, baik secara langsung maupun daring.

Dari pemaparan data yang disampaikan oleh Kepala Perwakilan BKKBN serta Satuan Tugas (Satgas) Stunting Provinsi Kepri, Wan Siswandi menambahkan, jangan lupakan hari ini sebagai komitmen unsur pemerintah dalam pengentasan Stunting. “Camat turunlah dan perhatikan anak-anak kita dan berbuatlah banyak untuk mereka. Bekerjalah dengan cara berpikir, bertindak, dan berbuat”. ujarnya di pertegas kembali.

Bupati Natuna juga mengharapkan keterlibatan dari tokoh masyarakat dan agaman dalam melakukan sosialisi tentang pengetasan stunting. Agar kesadaran dan kepahaman masyarakat mengerti dan teredukasi akan pola asuh dengan pemberian gizi yang tepat pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Pada kesempatan tersebut Bupati Natuna turut mengapresiasi atas perhatian pemerintah pusat, khusunya BKKBN dalam kebersamaan membagung kordinasi upaya percepatan stunting di Kabupaten Natuna yang sSaat ini ada 17.8 persen anak penderita stunting di Kabupaten Natuna, berdasarkan Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) ang butuh penanganan dan perhatian dari berbagai elemen agar percepatan penurunan stunting dapat segera terwujud menjadi 10.8 persen di tahun 2024.

Upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat, Bupati dan Kepala Perwakilan secara simbolis media KIE tentang resiko stunting serta pemanfaatan aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil) sebagai langkah skrining bagi calon pengantin kepada KUA dan Camat agar dapat dipasang di kantor-kantor camat dan KUA. (kepri.bkkbn.go.id/Mohd Dwi Nanto)

Open chat
Butuh Bantuan?
Perwakilan BKKBN Kepri
Hai Sobat Banggakencana Kepri
Nak Tau Informasi atau lain nya??
Jom hubungi kami ....