BKKBN Kepri Menjajaki Kerjasama Penanganan Stunting

Tanjungpinanng-BKKBN Kepri. Membangun kemitraan terhadap pelaksanaan program Banggakencana dan target percepatan penurunan stunting di Provinsi Kepri, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepri terus melakukan penjajakan kerjasama dengan pergurua tinggi dan lembaga profesi.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepri, melalui Koordinator Bidang Adpin-Latbang, Desri Mulyono, S.PdI melakukan penjajakan kerjasama dengan Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah).

Didampingi Widyaiswara Ahli Madya, Sakiman Hidayat, SH., MH, dan Sub Koordinator Bidang Penggerakan Advokasi dan KIE, Sri Parwanti, S.Pd., M.H., Desri Mulyono menyampaikan maksud dari kunjungan penjajakan kerjama pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di Provinsi Kepri.

Dikesempatan tersebut ia menjelaskan tentang pengabdian masyarakat oleh mahasiswa melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, untuk bersama-sama dengan perguruan tinggi lainnya yang ada di Provinsi Kepri dalam upaya percepatan penurunan prevalansi angka stunting, yang di targetkan secara nasional pada tahun 2024 turun menjadi 14 persen.

“Dari pengabdian masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) atau Praktek Kerja Lapangan Tematik yang dilakukan mahasiswa di harapkan kita dapat mengedukasi masyarakat tentang bahaya dan resiko stunting pada anak” terang Desri Mulyono kepada Rektor Umrah Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi., DEA beserta sejumlah jajaran rektorat Umrah, diruang tamu Rektorat Umrah, Kampus Umrah, Dompak, Tajungpinang, Jumat (15/10/2021).

Bersama Rektor Umrah, Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi., DEA menyampaikan rencana kerjasama Pengabdian Masyarakat oleh mhasiswa dalam penanganan stunting / Foto: Dwi

Nantinya dari perjanjian kerjasama ini, lanjutnya, merupakan turunan amanah dari Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Angka Stunting di Indonesia, “Secara nasional angka stuting di Provinsi Kepri sebesar 16 persen, namun seara absolut Kota Batam memiliki angka stunting yang cukup tinggi,” papar Desri, yang juga menjelaskan angka tersebut butuh perhatian serius secara bersama dalam menanggulanginya.

“Insya ALLAH pak, kami akan mendukung rencana pemerintah, khususnya dalam penanganan masalah stunting, khususnya di Provinsi Kepri ya,” ujar Rektor Rektor Umrah Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti menyambung diskusi yang disampaikan.

Ada beberapa program kemahasiswaan yang bisa dikembangkan dalam percepatan penurunan angka stunting ini, jelas Prof Agung menambahkan, keterlibatan dan peran mahasiswa nantinya akan diupayakan dalam pengabdiannya di masyarakat dalam mencegah dan menanggulangi stunting.

Dihari yang sama, ditempat yang berbeda, Koordinator Bidang Adpin-Latbang, Desri Mulyono, S.PdI, juga melakukan penjajakan kerjsama dengan Perhimpunan Sarjana Kesehatan Masuarakat Indinesia (Persakmi) Provinsi Kepri.

Ketua Persakmi Provinsi Kepri, Andi Kurniawan, S.KM, MPH, juga turut menyambut baik rencana kerjasama ini dan, dan berjanji akan membantu pemerintah dalam upaya percepatan penurunan stunting di Provinsi Kepri.

“Insya Allah Program Kemitraan Persakmi Kepri dan Kanreg BKKBN Kepri dalam Percepatan Penurunan Stunting (PPS) adalah Pengembangan dan Pembinaan Komunitas KAder STunting KepRI (KASTURI),” jelas Andi Kurniawan mengakhiri diskusi singkat dan mencapai titik terang atas kerjasama yang berkelanjutan. (kepri.bkkbn.go.id/Muhammad Dwi Nanto).

Ketua Persakmi Provinsi Kepri, Andi Kurniawan, S.KM, MPH menyampaikan gagasannya dalam penanganan Stunting di Provinsi Kepri / Foto: Dwi

 

Open chat
Butuh Bantuan?
Perwakilan BKKBN Kepri
Hai Sobat Banggakencana Kepri
Nak Tau Informasi atau lain nya??
Jom hubungi kami ....