Monika Bantu Meningkatkan Kapabilitas Tenaga Medis KB

Batam – BKKBN Kepri. Upaya mengurangi resiko kegagalan dan komplikasi pada penggunaan alat kontraspsi KB salah satunya diperlukan keterampilan dari Tenaga Kesehatan.

Tenaga medis yang terlatih melalui Tekhnologi Kontrasepsi Terkini (CTU) bagi Tenaga kesehatan akan mengurangi dampak resiko dari kegagalan pemasangan kontrasepsi bagi calon akseptor (calon pengguna kontrasepsi) khususnya pada metode kontrasepsi jangka panjang.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepri telah melaksanakan pelatihan Tekhnologi Kontrasepsi Terkini (CTU) bagi Dokter dan Bidan. Pada saat pelatihan sertifikat yang di diberikan kepada Dokter dan Bidan itu yaitu Calon Service Provider (CSP) belum sertifikat kompetensi (QSP)

Pada akhirnya terinisiasi Aplikasi Monitoring Berkualitas (MONIKA) untuk menjawab pelaksanaan pendataan Dokter dan Bidan peserta pelatihan Tekhnologi Kontrasepsi Terkini (CTU) khususnya pada periode 2011 – 2016 yang diselenggarakan BKKBN.

Sejak Tahun 2019, BKKBN Kepri bersama organisasi profesi Ikatan Bidan Indonesia (IBI) semua cabang dan Pusat Pelatihan Klinik Sekunder (P2KS) Tingkat Provinsi Kepri melakukan pendampingan bagi Dokter dan Bidan yang akan dan belum selesai dalam proses sertifikasi hingga kompetensi dengan melengkapi persyaratan di Aplikasi MONIKA. Kegiatan Tahun 2021 dilakukan secara virtual meeting dari Tanggal 04 – 12 Maret 2021 dihadiri lima kabupaten/kota seluruh Provinsi Kepri, terkecuali Kota Batam dilakukan dengan tatap muka dari tanggal 15 Maret – 24 Maret 2021 dari 19 Ranting IBI Kota Batam.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepri, Mediheryanto SH., MH dalam pembukaan kegiatan menyampaikan agar Tim Pendamping MONIKA Provinsi Kepri selalu aktif melakukan pendampingan bagi Dokter dan Bidan agar tercapai target Kepri memiliki tenaga kesehatan yang terkompetensi khususnya alat kontrasepsi IUD dan Implan.

“Saya harapkan untuk semua tim terus melakukan terobosan untuk pencapaian target tenaga kesehatan yang terkompetensi melalui Aplikasi MONIKA di Tahun ini” terang Medi, dalam menyampaikan dukungannya di Ruang Kerja Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Kepri, Jalan Laksamana Bintan, Batam Selasa, (04/03)
Beliau mengharapkan BKKBN Prov Kepri mampu mempertahankan 10 besar pencapain 100 persen provinsi yang meraih sertifikasi kompetensi Bidan melalui Aplikasi MONIKA.

Dalam kegiatan ini ada tiga nara sumber yaitu P2KS, Ketua PC IBI Kab Karimun dan BKKBN Pusat yang juga merupakan pencetus ide Aplikasi MONIKA dr. Hj. Nia Reviani MAPS. Kesempatan ini tidak disia siakan peserta untuk bertanya langsung kepada dokter Nia begitu sapaanya sekaitan permasalahan yang mereka hadapi dan langsung diberikan solusi.

“Saya selalu membuka pintu untuk semua tenaga kesehatan jika ada permasalahan yang di hadapi dalam melakukan proses sertifikasi kompetensi melalui Aplikasi MONIKA ini, Jadi ayo semua Dokter dan Bidan tunggu apalagi segera daftarkan segera”. (kepri.bkkbn.go.id/Purnawati Nasution/Muhammad Dwi Nanto)