Depan > Index Berita > Strategi Prinsip 4 Terlalu
Strategi Prinsip 4 Terlalu
Senin, 18 Desember 2017

BKKBN Sosialisasi Strategi Pengendalian Jumlah Penduduk di Batam dengan Prinsip 4 TERLALU!

Rabu, 13 Desember 2017 16:37


BKKBN Sosialisasi Strategi Pengendalian Jumlah Penduduk di Batam dengan Prinsip 4 TERLALU! 

tribun batam

Direktur Hubungan Antar Lembaga BKKBN Adi Gudadi saat memberikan pemaparan di SMA N 12, Batam, Rabu (13/12/2017). 

TRIBUNBATAM.ID, BATAM- ‎Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar sosialisasi program Kependudukan, Keluarga, Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Generasi Berencana (GenRe) Batam.

Acara ditaja di SMA Negeri 12, Rabu (13/12/2017) pagi.

Direktur Hubungan Antar Lembaga BBKBN, Ari Gudadi, mengatakan kegiatan sosialisasi ini merupakan program tambahan untuk daerah-daerah prioritas.

"Ada 16 Provinsi prioritas, Kepri termasuk satu diantaranya," ujar Ari Gudadi.

Kepri menjadi Provinsi prioritas karena dilihat dari jumlah penduduknya.

Selain itu, khusus Kepri, utamanya Batam, karena bersebelahan langsung dengan negara lain.

"Mengenai jumlah penduduknya, menentukan prioritas atau tidaknya sebuah Provinsi. Selain karena jumlahnya, Kepri masuk karena berbatasan langsung dengan Singapura, itu untuk terkait kegiatan generasi berencananya. Pengaruh luar negeri kan belum tentu positif semua, makanya generasi muda kita harus‎ diperkuat," tuturnya.

‎Dengan sosialisasi diharapkan mampu mengintensifkan program tersebut agar mencapai cakupan peserta KB di Indonesia lebih tinggi lagi. Khususnya peserta KB yang memakai alat kontrasepsi jangka panjang.

 

"Untuk penggunaa‎n kontrasepsi secara nasional memang terus meningkat. Kita memang mengejar lebih tinggi lagi. Tahun ini meningkat 17 persen, tahun lalu 14 persen," ucapnya.

Selain itu, BKKBN juga memiliki program lain, yakni program 4 Terlalu yang meliputi Terlalu Muda (< 20 tahun), Terlalu Tua (> 35 tahun), Terlalu Dekat (jaraknya < 2 tahun) dan Terlalu Banyak (anaknya > 3 anak.

 

Program ini yang didesain untuk menekan angka kematian ibu melahirkan di Indonesia.

 

"Kalau dari Kemenkes ada program tiga terlambat. Kalau kami empat terlalu. Program ini supaya kita bisa menekan angka kematian ibu melahirkan. Malu kita, se-ASEAN kita juara dua setelah Timor Leste untuk kematian ibu melahirkan," ucapnya.

 

Program 3 Terlambat maksudnya adalah 

1. Terlambat mencapai fasilitas kesehatan

2. Terlambat mendapatkan pertolongan nakes

3. Terlambat mengenali tanda bahaya 

 

Menurut Budi, setiap tiga jam sekali, terjadi kematian ibu melahirkan.

‎Dengan sosialisasi ini, BKKBN berupaya menyiapkan keluarga remaja dan kaum muda menjadi generasi emas, dengan pola hidup sehat, dan kompetitif di dalam lingkungan.(*)