Batam  (Antara Kepri) - Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BkkbN) menggelar sosialisasi program Kependudukan, Keluarga, Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) generasi berencana (GenRe) di SMA Negeri 12 Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau.
 
"Kegiatan sosialisasi ini merupakan program tambahan untuk daerah-daerah prioritas," kata Direktur Hubungan Antar Lembaga BkkbN Pusat Ari Gudadi, di Batam, Rabu. 

Ia mengatakan ada 16 Provinsi prioritas yang didatangi pihaknya untuk kembali melakukan sosialisasi tersebut dan Provinsi Kepri termasuk satu diantaranya.

Ia mengatakan Provinsi Kepri menjadi Provinsi prioritas karena dilihat dari jumlah penduduknya yang cukup banyak khususnya Kota Batam serta bertetanggaan dengan Singapura dan Malaysia.

Ari mengatakan pengaruh yang masuk dari luar negeri juga dinilainya tidak semuanya positif. "Makanya generasi muda kita harus diperkuat," ujarnya.

Dengan sosialisasi ia berharap mampu mengintensifkan program KKBPK agar mencapai cakupan peserta KB di Indonesia jauh lebih tinggi. Khususnya untuk peserta KB yang memakai alat kontrasepsi jangka panjang.

"Penggunaan kontrasepsi secara nasional terus meningkat, tahun ini mencapai 17 persen dan tahun lalu 14 persen," katanya. 

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Batam Umiyati mengatakan dalam kegiatan tersebut diikuti 150 orang peserta. 

"Kaum muda merupakan generasi emas, semoga program ini dapat tercapai sesuai dengan RPJMN (rencana pembangunan jangka menengah nasional)," katanya. 

Selain itu BKKBN juga melakukan sosialisasi kepada para kader KB di Asrama Haji Kota Batam untuk meningkatkan penggunaan kontrasepsi jangka pajang. Menurut Umiyati penggunaan kontrasepsi jangka panjang belum maksimal serta masih ada pernikahan dini dan rendahnya partsipasi keluarga. 

Ia meminta para kader KB dapat membangun komitmen dan pemahaman masyarat terhadap KB jangka panjang. "Serta meningkatkan pengetahuan program KKBPK bagi kader KB di Batam," katanya. 

Selain iti kata Umiyati para kader KB terkadang tidak memikirkan honor karena mereka juga kader Posyandu. "Mereka hanya memikirkan apa yang bisa dilakukan untuk daerah," ujarnya.(Antara)​