Asumsi, Konsep & Implikasi Proyeksi Penduduk

Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional merupakan satu kesatuan tata cara perencanaan pembangunan untuk menghasilkan rencana-rencana pembangunan dalam jangka panjang, jangka menengah, dan tahunan. Sistem tersebut dilaksanakan oleh unsur penyelenggara negara dan masyarakat baik di pusat dan daerah. Hampir semua perencanaan pembangunan perlu didukung dengan data jumlah penduduk, persebaran dan komposisi umur dan kenis kelamin pada saat ini dan estimasi di masa mendatang yang diperoleh dari proyeksi. Proyeksi penduduk bukan sekedar ramalan keadaan penduduk di masa mendatatang, tetapi suatu perhitungan ilmiah yang didasarkan pada asumsi dari perubahan kelahiran, kematian dan migrasi yang dapat mempengaruhi pertumbuhan penduduk. Ketepatan pemilihan asumsi perubahan dari ketiga komponen ini akan berpengaruh terhadap hasil proyeksi penduduk.

Memilih asumsi merupakan kunci perhitungan proyeksi penduduk. Asumsi tentang kecenderungan dari tingkat kelahiran, kematian dan migrasi dipengaruhi oleh kecenderungan yang terjadi di masa lalu dengan memperhatkan berbagai faktor yang diduga mempengaruhi ketiga variabel tersebut yang sekaligus berpengaruh terhadap laju pertumbuhan penduduk.

ASUMSI FERTILITAS.

Pada umumnya yang menjadi perdebatan adalah asumsi penurunan TFR yang dihitung dari ASFR. Sangat jarang memperdebatkan distribusi ASFR mulai dari umur 15-19, 20-24, hingga 45-49. Pola distribusi ASFR ini berhubungan dengan struktur dan jumlah perempuan usia subur (WUS) karena WUS ini digunakan untuk menghitung ASFR dan TFR. Persentase penduduk WUS yang berstatus pernah menikah (ever married) maupun yang betul-betul menikah (current married) berpengaruh signifikan dalam perkiraan jumlah kelahiran di masa mendatang. Misalkan suatu daerah dengan TFR yang sangat rendah, akankah diasumsikan TFR masih mengalami penurunan lagi untuk masa mendatang. Pada sisi lain, banyaknya perempuan tidak menikah pada usia 15-19 dan 20-24 serta usia pernikahan pertama yang relatif tua dan angka perceraian yang sedemikian rendah. Hal ini sangat penting dicermati agar hasil proyeksi mendekati kenyataan yang terjadi. Sejalan dengan pemilihan asumsi distribusi fertilitas menurut kelompok umur. Harap diingat bahwa jumlah pembagi kelahiran adalah seluruh perempuan (all women). Eef-Syaifuddin