Kepri Harus Terbebas dari Stunting

Batam, BKKBN Kepri. Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Riau, melalui Sub Bidang Ketahan Keluarga, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Kebijakan Strategis Pembinaan Tumbuh Kembang Anak dalam Rangka Pembentukan Karakter.

Sosialisasi dibuka langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Kepri Mediheryanto, SH. pada Kamis (05/03) silam bertempat di Hotel PIH Batam.

Tujuan terselenggaranya kegiatan untuk meningkatkan dukungan dan komitmen, serta sinergitas pemangku kebijakan dan mitra kerja dalam penurunan dan pencegahan stunting di Provinsi Kepri.

Pada sambutan Kepala Perwakilan BKKBN Kepri menyampaikan target program ini adalah orang tua yang memiliki anak balita untuk selalu membawanya ke kelompok Bina Keluarga Balita yang ada di posyandu, “supaya orang tua dapat mengetahui tumbuhkembang anak, dan mencegah terjadinya resiko stunting pada buah hati,” jelasnya.

Terkait dengan perkembangan balita, kata Mediheryanto, ada tujuh aspek perkembangan anak yang harus dikenali, baik fisik maupun fisikis. Yaitu (1). Gerakan kasar, seperti lompat – lompat, lari – lari disesuaikan dengan umur (2). Gerakan halus, yang melibatkan sedikit anggota tubuh (3). Kemampuan komunikasi yang aktif untuk merangsang perkembangan anak (4). Komunikasi pasif seperti bahasa – bahasa isyarat (5). Perkembangan kecerdasan (6). Perkembangan anak dalam kemampuan individu (7). Kemampuan untuk bersosialisasi

“Merencanakan jumlah dan jarak kelahiran anak In Sya ALLAH akan melahirkan generasi yang berkualitas”, terang medi yang juga menjelaskan bahwa hindari empat terlalu yakni jangan hamil atau melahirkan terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat dan terlalu sering.

Rencanakan dari awal berumah tangga untuk kehamilan dan anak yang diinginkan, penuhi segala hak anak agar kedepan bangsa ini memiliki generasi yang keren, “karena berencana itu keren,” ajak Medi dengan ciri khas tagline BKKBN.

Permasalahan stunting bukan haya tugas dari BKKBN dan Dinas Kesehatan saja , namun permasalahan ini merupakan tanggungjawab bersama. “Mari bersama kita cegah stunting kepada seluruh anak balita yang ada di Indonesia khususnya di Provinsi Kepri, Kepri harus terbebas dari anak penderita stunting” tegas Mediheryanto. (pl)