Remaja Natuna Harus Merecanakan Kehidupannya

Natuna, BKKBN Kepri. Saat ini jumlah remaja sangat besar di Kabupaten Natuna, dibanding kelompok usia lainnya. Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPPA Dalduk dan KB) menaruh perhatian terhadap masa depan pada kelompok usia remaja ini, karena masa depan bangsa ini sendiri ditentukan dan berada ditangan mereka.

“Kalau bicara tentang masa depan Natuna, bukan kita-kita ini yang berada dibaris terdepan, tapi kualitas adik2 remaja inilah yang menentukan bagaimana Natuna ke depan,” Papar Dr. Rika Azmi, S.TP., MM, Kepala Dinas PPPA Dalduk dan KB Kabupaten Natuna pada saat memberikan sambutan pada kegiatan Workshop Persiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR), Senin (09/03) di Natuna Hotel.

Seluruh remaja harus merencanakan masa depannya sejak dini, lanjut Azmi, gagal dalam merencanakan atau tidak memiliki rencana, dikhawatirkan masa depan pribadi dan bangsa ini akan sulit untuk maju dan berkembang.

Azmi juga mengatakan, mulai dari sekarang membuat peta kehidupan, remaja harus fokus kepada rencana yang telah tersusun, “jangan terlalu banyak mendengar kata-kata orang, yang kadang melemahkan kita dalam mencapai tujuan,” ujarnya

Pemerintah dearah melihat salah satu permasalahan terbesar di Natuna dan harus menjadi perhatian adalah masih banyaknya pernikahan dini, sehingga anak yang harusnya masih sekolah sudah harus mengurusi anak, dan secara fisik maupun mental masih belum siap, terlihat dari angka perceraian menurut pengadilan agama juga banyak didominasi kelompok usia 20 sampai dengan 24 tahun.

Rencana Kehidupan

Banyak sekali akibat yang bisa terjadi pada pernikahan usia anak, mulai dari perceraian, kekerasan dalam rumah tangga, penelantaran anak, secara kesehatan beresiko stunting, hingga kematian ibu dan bayi, dan berdasarkan hasil peneletian bahwa di Indonesia penyumbang terbesar kematian ibu dan anak terjadi karena kehamilan pada usia anak.

Bahkan di salah satu desa yang masuk dalam intervensi stunting di Natuna setelah diteliti, rata-rata masyarakat yang terintervensi menikah pada usia anak.

Workshop PKBR yang diadakan oleh Dinas PPPA, Dalduk dan KB Kabupaten Natuna ini merupakan upaya atau langkah agar setiap remaja terlindungi dari setiap resiko yang timbul akibat minimnya pemahaman dari fase-fase kehidupan yang dijalani.

Peningkatan pemahaman PKBR yang diberikan kepada remaja, diharapkan Remaja Kebuapaten Natuna memiliki kesempatan yang sama dengan remaja yang berada diluar Natuna, memiliki daya saing dan ikut serta bersama membangun negeri dan membesarkan Natuna dengan citra yang positif.

Generasi berencana diharapkan mampu mengantar mereka dalam tiap fase kehidupan dengan berhasil, kelak begitu berumah tangga akan memiliki anak dan keturunan yang sehat dan cerdas, dari generasi-kegenarasi. (dn)