Pencegahan Stunting Jadi Program Prioritas Natuna

Ranai-BKKBN Kepri. Bupati Natuna, Wan Siswandi, S.Sos, M.Si menegaskan bahwa percepatan pencegahan stunting merupakan program nasional, untuk itu pemerintah Kabupaten Natuna telah berkomitmen dengan memasukan kedalam program prioritas daerah.

Pada tahun 2016 Kabupaten Natuna termasuk  sebagai lokus kabupaten penanganan stunting, dari 100 kabupaten di Indonesia, dimana pada tahun tersebut angka stunting

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Dr.dr. Brian Sri Prahastuti secara simbolis menyerahkan Suplementasi Multiple-Micronutrient Kepada Bupati Natuna / Foto: Poppy

Kabupaten Natuna cukup tinggi yaitu 26,4%,  dan pada 2020 angka stunting di Kabupaten Natuna mengalami penurunan menjadi 11 %, hal ini bisa dicapai karena adanya sinergisitas dari beberapa program untuk penanganan penanggulangan stunting.

Program pemerintah daerah Kabupaten Natuna terkait pencegahan stunting antara lain analisis situasi, penyusunan rencana kerja, rembuk stunting, peraturan bupati tentang penurunan stunting terintegrasi, pembinaan dan pemberdayaan pembangunan manusia, sistem manajemen penanganan stunting, pelaporan dan publikasi data stunting serta akan dilakukan monitoring secara kontinyu kinerja pencegahan stunting.

Papar Bupati Natuna, Wan Siswandi, saat menyampaikan arahan pada pelaksanaan kegiatan Strategi Pencegahan Stunting Dari Hulu dengan Skrining, Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Gizi serta Pendapingan Bagi Calon Pengantin (catin) pada, Selasa (22/09/2021) di Gerai Natuna Resort.

“Kegiatan ini saya anggap sangat penting dan sangat strategis, sebagai upaya untuk mempersiapkan calon pengantin berada dalam kondisi ideal untuk menikah dan lalu kemudian hamil, persiapan bagi ini dalam rangka menegintervensi penurunan angka stunting melalui skrining yang ditindaklanjuti dengan pendampingan kesiapan menikah dan hamil kepada calon pengantin,” jelas kepada seluruh peserta yang hadir.

Melalui aplikasi ini, lanjut Bupati Natuna, akan menjadi alat pantau kepatuhan calon pengantin dalam melakukan treatment peningkatan status gizi untuk mempersiapkan kehamilan yang sehat.

Melalui aplikasi eletronik siap nikah dan hamil (elsimil) yang berbasis web dan mobile aplikasi yang dikembangkan oleh BKKBN, diharapkan digunakan oleh petugas pendamping di masyarakat yang nantinya akan berfungsi sebagai alat skrining untuk mendeteksi faktor risiko pada calon pengantin.

Aplikasi ini akan menghubungkan calon pengantin dengan petugas/kader pendamping, sebagai media edukasi tentang kesiapan menikah dan hamil terutama terkait faktor resiko stunting, dan merupakan alat pantau kepatuhan calon pengantin dalam melakukan treatment peningkatan status gizi untuk mempersiapkan kehamilan yang sehat.

Pada kesempatan kegiatan yang sama Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Dr.dr. Brian Sri Prahastuti, menyerahkan Suplementasi Multiple-Micronutrient (MMS) kepada Bupati Natuna sebagai spulemen nutrisi meningkatkan kualitas ibu hamil dan bayi yang akan dilahirkan, dengan harapan dapat mencegah terjadinya stunting. (kepri.bkkbn.go.id/Mohd Dwi Nanto)

Open chat
Butuh Bantuan?
Perwakilan BKKBN Kepri
Hai Sobat Banggakencana Kepri
Nak Tau Informasi atau lain nya??
Jom hubungi kami ....