Melihat Dampak Pandemi Bagi Program Banggakencana

Hari Kependudukan Ditengah Pandemi

Penulis: Purnawati Nasution

Setiap tahun di tanggal 11 juli di peringati Hari Kependudukan Dunia. Dimana setiap tahunnya dengan tema yang berbeda beda.  Tahun 2021, Tema Hari Kependudukan Dunia yang diangkat adalah “Pemenuhan Hak Kesehatan Reproduksi untuk Percepatan Penurunan Stunting”. Dalam hal ini Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai Lembaga yang memiliki tanggung jawab atas keberhasilan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Seperti diketahui, pandemi Covid 19 mengakibatkan banyak penurunan kunjungan masyarakat pada fasilitas kesehatan khususnya Pelayanan KB. Dimana tenaga kesehatan menjadi banyak tanggungjawab seperti pelayanan KB, penanganan Covid dan  program vaksin. Saking banyaknya tanggung jawab yang datang bersamaan membuat terpecah pecah fokus tenaga kesehatan jadinya.

Pandemi Covid 19 juga menyebabkan adanya keengganan masyarakat datang ke fasilitas kesehatan karena banyaknya peraturan yang harus di ikuti dari pembatasan sosial, pembatasan jumlah akseptor yang dilayani, pembatasan jadwal layanan KB.

Pandemi Covid 19 juga melarang adanya mobilitas masyarakat, kerumunan, penerapan physical social distancing. Hal ini mengakibatkan gerak dari petugas KB di lini lapangan menjadi terbatas, pelayanan KB Mobile menggunakan mobil pelayanan KB juga mengalami penurunan frekuensi, kegiatan yang sifatnya berkumpul untuk konseling pun mengalami penurunan dan terbatas.

Pandemi Covid 19 telah melanda Indonesia sejak maret 2020 hingga sekarang, dampak diatas mungkin hanya sebagian saja yang terlihat dan terukut. Mungkin masih ada dampak lain yang timbul di masyarakat. Artinya jika tidak ada upaya peningkatan dan perubahan dalam penanganan pelayanan kesehatan reproduksi, maka kemungkinan dampak nya akan semakin meluas bagi kesehatan Ibu dan Anak. Dikhawatirkan khususnya akan berdampak serius bagi ibu hamil. Apabila dibiarkan kemungkinan bisa menyebabkan anak yang dilahirkan beresiko menjadi stunting.

Yuk kita bisa yuk , bersama sama saling membantu terjaminya akses kesehatan reproduksi bagi ibu di fasilitas kesehatan serta menyosialisasikan kepada ibu ibu disekitar kita akan dampak pandemi covid 19 terhadap kehamilan dan stunting.