Pelatihan CTU Mandiri bagi Tenaga Kesehatan di Provinsi KEPRI Tahun 2020

Meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya memiliki Keluarga Berencana yang terencana mengakibatkan penggunaan alat kontrasepsi semakin diminati. Hal ini yang menjadi perlunya tenaga medis kompeten yang dapat melayani berbagai jenis metode kontrasepsi seperti KB IUD dan Implant dengan keahlian khusus dalam pemasangan maupun pencabutan bagi akseptor sesuai standar.

Untuk itulah BKKBN Provinsi  Kepri melakukan inisiasi dengan pendekatan kepada mitra kerja yaitu Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Prov Kepri dan Pusat Pelatihan Klinik Sekunder (P2KS) Provinsi Kepri untuk melakukan Pelatihan tekhnis CTU (Contraception Technology Update) pemasangan alat kontrasepsi jangka panjang IUD dan Implan bagi Bidan di seluruh Provinsi Kepulauan Riau secara mandiri.

Pembukaan kegiatan pelatihan diselenggarakan secara virtual meeting pada tanggal 03 Desember 2020 dan dihadiri oleh Deputi Bidang KB dan KR BKKBN Pusat dr. Eni Gustina. Dalam sambutannya Ibu deputi mengapresiasi kegiatan ini dan sangat menyambut baik.  Dalam arahan beliau dikatakan dengan adanya pelatihan CTU maka kualitas pelayanan dan kemampuan Bidan akan meningkat sehingga mengurangi resiko atau tingkat kegagalan dalam penggunaan alat kontrasepsi. Pembukaan pelatihan CTU Mandiri ini juga dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Pemerintah dan Kemasyarakatan mewakili Pj Bupati karimun yaitu bapak Sukari SH, MH, Ketua JNPK diwakili oleh Sekjen JNPK Bapak dr. Ahmad Zani Agusfar SpOG (K), Ketua P2KS dr. Dharma, serta Ketua PD dan PC IBI Provinsi Kepri dan Kepala OPD KB kab Kota.  Pada kesempatan ini pembukaan dibuka oleh Kepala Lalitbang Dr. Lalu Makripuddin, M.Si  Dihadapan seluruh peserta pelatihan CTU Mandiri Tahun 2020 yaitu 45 Bidan dari Kab Karimun, 15 Bidan dari kab Bintan, 30 bidan dari Kota Batam, 10 Bidan dari Kabupaten Natuna.

Metode pembelajaran Pelatihan CTU Mandiri dilakukan dengan 2 metode yaitu secara virtual untuk pembahasan materi Program banggkencana dan materi lainnya pada tanggal 03 dan 05 Desember 2020 dan secara tatap muka untuk pelatihan kering dan pelatihan basah yaitu Tanggal 18 – 19 Desember 2020. Tahapan pencapaian kompetensi harus dilalui oleh semua peserta pelatihan dari melakukan pemasangan AKDR dan Implant masing masing 3 klien  hingga melakukan pelayanan AKDR dan Implant. Setelahnya maka akan mendapatkan Certificate of Qualification. (PN)